Creative Studio
Initiative for Yoel
UMKM Indonesia hari ini jarang berjualan di satu tempat saja. Toko yang sama bisa punya lapak di Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia, sekaligus melayani pembeli yang datang langsung ke outlet. Setiap kanal punya dashboard sendiri, format laporan sendiri, dan tidak ada satu pun yang tahu keberadaan yang lain.
Akibatnya pemilik usaha menghabiskan waktu bukan untuk berjualan, melainkan untuk menyatukan angka. Situs YouDo POS menyebut rata-rata 3+ jam per hari terbuang hanya untuk rekap manual.
Pola masalahnya berulang di hampir semua merchant: membuka lima sampai enam tab marketplace setiap pagi hanya untuk memantau pesanan baru; menyalin data penjualan ke spreadsheet yang rawan salah ketik dan selalu tertinggal dari kondisi toko sebenarnya; stok bahan baku habis tanpa peringatan tepat di jam sibuk; omzet terlihat besar tapi laba tidak pernah bisa dihitung; dan ketika dibutuhkan laporan keuangan rapi untuk pengajuan pinjaman bank atau investor, datanya tidak ada.
YouDo POS dibangun sebagai platform omni-channel berbasis browser, tanpa instalasi. Merchant menyambungkan lapak Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia, lalu menambahkan outlet offline atau cafe, dan seluruh datanya ditarik ke satu tempat. Onboarding-nya sengaja dibuat pendek: daftar dengan email atau akun Google, isi nama bisnis, dan dashboard langsung aktif.
Sisi kasirnya menangani transaksi cepat lewat pencarian produk, scan barcode, diskon otomatis, dan pembayaran multi-metode termasuk QRIS Dynamic, virtual account, EDC, dan tunai. Produk bisa punya varian bertingkat, misalnya kategori topping dan level pedas, sehingga workflow rumah makan tidak perlu dipaksakan masuk ke struktur produk ritel. Struk pun bisa dikustomisasi dengan logo, nama merchant, dan alamat toko.
Inventori berjalan real-time dengan peringatan restock otomatis saat stok menipis, dan tersambung ke Belanja Stok YouDo, jalur supply chain yang menghubungkan merchant langsung ke ekosistem supplier untuk pemesanan ulang.
Untuk usaha yang sudah punya lebih dari satu titik, tersedia dukungan multi-outlet dengan sinkronisasi antar cabang, plus pengaturan karyawan: hak akses per staf, PIN masuk, dan laporan kinerja penjualan per orang.
Laporan hariannya tidak menunggu dibuka. Ringkasan transaksi dikirimkan otomatis ke WhatsApp merchant, lengkap dengan pemisahan penjualan tunai dan non-tunai serta perbandingan terhadap hari dan minggu sebelumnya.
Di sisi pelanggan, fitur QR Code E-Menu memungkinkan pengunjung memindai kode di meja untuk melihat menu, memesan, dan membayar sendiri tanpa mengantre di kasir.
Platformnya juga menyesuaikan diri dengan lini usaha. Workflow Retail menekankan multi-SKU, barcode scanner, harga grosir versus eceran, dan manajemen supplier; sementara FnB dan Service punya alur sendiri. Dukungan multi-currency serta antarmuka bilingual Bahasa Indonesia dan Inggris disiapkan untuk merchant yang berekspansi ke luar negeri.
Dashboard manajer menampilkan omzet hari ini, jumlah transaksi, dan peringatan restock secara langsung. Di lapisan analisisnya tersedia perhitungan keuntungan bersih, produk paling laris, metode pembayaran terpopuler, dan rekam transaksi harian, dengan AI analytics pada paket tertinggi.
Produk dijual sebagai langganan bertingkat dengan uji coba gratis 14 hari: YOUDOIT untuk satu lokasi usaha, YOUDOMORE untuk sampai tiga lokasi dengan POS dan analitik lanjutan, serta YOUDOBEST untuk lokasi tanpa batas beserta AI analytics.
Platform sudah live di youdopos.site dengan routing multi-bahasa. Proyek berjalan sejak Juli 2026 dan masih aktif dikembangkan.
Explore the project
Live deploymenthttps://youdopos.siteLaunchWas this helpful?
Let us know what you think about this project.