01Websites that feel alive
02Internal systems that fit
03AI that does the work
ZZEEMMEETTIIAA
Software that moves your business.
Initiative for Ko Afong
TokonyaZee adalah proyek e-commerce untuk Ko Afong dari PT. Tiga Pilar, dirancang sebagai kanal penjualan produk lokal dengan fokus pertama pada madu. Sasarannya bukan marketplace besar, melainkan satu toko online yang ringan, jelas, dan bisa dipercaya.
Untuk penjual produk lokal berskala kecil, memasang payment gateway di awal justru menambah beban: ada biaya, ada proses verifikasi, dan ada satu lapisan lagi yang bisa gagal. Sementara itu transaksinya sebenarnya sudah terjadi di WhatsApp, tempat pembeli biasa bertanya soal keaslian madu, asal daerahnya, dan pengiriman.
Tantangan keduanya adalah kepercayaan. Madu adalah produk yang mudah dipalsukan, jadi tampilan toko harus terasa premium tanpa membuat pembeli merasa mahal, dan setiap varian perlu cerita: asal, rasa, dan manfaatnya.
Pekerjaan dimulai dari riset, bukan desain. Tim memetakan kompetitor madu lokal yang sudah berjualan online, rentang harga per jenis madu seperti hutan, klengkeng, dan randu, siapa yang sebenarnya membeli madu secara online, serta pada sudut apa mereka menaruh nilai jual: keaslian, harga, kemasan, atau storytelling. Hasilnya dipakai untuk menentukan posisi TokonyaZee.
Arah visualnya diturunkan dari sana: palet warm honey berupa amber, gold, dan cream dengan aksen earthy green, tipografi heading yang hangat dipasangkan body yang bersih, dan seluruh layout disusun mobile-first karena mayoritas pembelinya datang dari ponsel.
Secara teknis situsnya dibangun dengan Next.js App Router, TypeScript, dan Tailwind CSS, dirender statis tanpa backend terpisah, lalu di-deploy ke Vercel. Untuk MVP sebesar ini, menambahkan server dan basis data hanya akan menambah biaya perawatan tanpa menambah nilai.
Alur belanjanya terdiri dari katalog produk, halaman detail dengan galeri foto, varian, dan pemilih jumlah, serta keranjang yang isinya bertahan di localStorage sehingga pembeli tidak kehilangan pilihannya saat menutup tab.
Checkout-nya sengaja berakhir di WhatsApp. Pembeli mengisi nama, nomor, alamat, dan catatan, meninjau pesanannya, lalu satu tombol menyusun pesan terformat berisi rincian item, jumlah, dan total, meng-encode-nya, dan membuka percakapan ke nomor toko yang disimpan sebagai variabel environment. Tidak ada payment gateway, dan penjual tetap menerima pesanan di tempat yang sudah dia pakai setiap hari.
Riset pasar serta setup arsitektur dan deployment staging sudah selesai. Implementasi katalog dan keranjang beserta alur checkout WhatsApp sudah terjadwal, sementara mockup UI/UX dan penyiapan aset branding masih berjalan. Repositori tersedia di GitHub dan belum ada URL publik. Proyek berjalan sejak Agustus 2026.
Explore the project
Source codehttps://github.com/zemetia/tokonyazee$ git cloneWas this helpful?
Let us know what you think about this project.