Creative Studio
Initiative for Anita
# AR Score Agents v2: Sistem Skoring Annual Report Otomatis Berbasis Multi-Agent AI
Dalam riset akuntansi dan tata kelola perusahaan di Indonesia, salah satu metodologi yang paling banyak digunakan adalah **content analysis** terhadap annual report perusahaan publik. Peneliti membaca laporan tahunan satu per satu, mencocokkan dengan framework indikator (Technology, COBIT, IT Governance, Binary Governance, Risk, Financial), lalu memberi skor secara manual.
Masalahnya jelas: manual scoring itu **memakan waktu, subjektif, dan sulit direplikasi**. Untuk satu perusahaan saja, peneliti harus menilai 96+ indikator dari laporan yang bisa mencapai 300-500 halaman. Kalau sample-nya 50-100 perusahaan, waktu yang dibutuhkan bisa berminggu-minggu. Belum lagi masalah konsistensi: skor yang sama dari peneliti berbeda bisa berbeda hasilnya (inter-rater reliability).
Bu Anita datang ke Zemetia Studio dengan tantangan ini. Disertasinya membutuhkan scoring system yang **cepat, konsisten, dan berbasis bukti** — bukan tebakan atau opini. Solusinya: **AR Score Agents v2**, sebuah multi-agent AI system yang membaca, menganalisis, dan menilai annual report secara otomatis.
Sistem dibangun di atas **n8n** sebagai orchestration engine, dengan **DeepSeek v4 Flash** sebagai Large Language Model yang diakses melalui **SumoPod API**. Seluruh workflow di-generate oleh Python builder (`build_v2.py`) sehingga bisa di-version control dan di-redeploy dalam satu perintah.
Enam specialized AI agents bekerja paralel, masing-masing dengan tugasnya sendiri:
Menilai 15 indikator teknologi informasi dari annual report: cloud computing, database, hardware, OS, networking, enterprise software (ERP/CRM), AI, big data, IoT, RPA, blockchain, dan lainnya. Setiap indikator diskor 0/1/2 berdasarkan anchor yang ketat — misalnya cloud computing: skor 0 kalau tidak disebut, 1 kalau disebut sepintas, 2 kalau ada nama provider dan peran operasional yang jelas.
Mengukur kualitas pengungkapan tata kelola TI berdasarkan framework **COBIT 2019** (EDM, APO, BAI, DSS, MEA). Menilai 19 indikator IT governance dari perspektif strategic alignment, value delivery, dan risk management.
Mengidentifikasi dan menilai pengungkapan risiko cybersecurity dan IT risk disclosure. Termasuk deteksi insiden siber yang benar-benar terjadi (bukan sekadar pernyataan risiko generic).
Detektor kehadiran (0/1) untuk elemen tata kelola: komite, kebijakan, sertifikasi seperti ISO 27001, piagam audit internal, whistleblowing system, kode etik, dan peran IT spesifik seperti CIO, CISO, atau DPO.
Ekstraktor angka eksak: jumlah direksi dan komisaris, frekuensi rapat, training hours, rasio kehadiran, dan variabel kuantitatif lain — tanpa kalkulasi atau estimasi.
Membaca 44 base line items dari laporan keuangan (pendapatan, aset, liabilitas, arus kas, dll.) lalu menghitung 96 output finansial secara otomatis — dari rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, efisiensi, hingga **Piotroski F-Score** (9 sinyal financial health).
Beberapa inovasi teknis yang membedakan sistem ini dari solusi content analysis konvensional:
Sebelum agent mana pun bekerja, sistem mendeteksi **11 jenis chapter** dalam annual report menggunakan pattern matching (Manajemen Risiko, Tata Kelola, Laporan Keuangan, Teknologi Informasi, dll.). Setiap agent hanya menerima chapter yang relevan — Technology Scorer hanya membaca bagian TI, bukan profil perusahaan atau CSR. Ini memangkas konteks yang tidak perlu dan meningkatkan akurasi.
Ini adalah prinsip paling fundamental dalam sistem. Setiap skor **wajib** didukung oleh kutipan verbatim dari laporan. Di dalam kode, aturannya keras: kalau sebuah indikator diskor >0 tapi tidak ada evidence, sistem otomatis mengubahnya menjadi **null** dan menandai `needs_review`. Tidak ada tebakan, tidak ada skor tanpa bukti.
Satu indikator bisa didukung oleh banyak bukti dari berbagai halaman laporan. Sistem mengumpulkan, menghapus duplikasi, dan mengurutkan semua kutipan berdasarkan halaman dan offset. Output akhir menampilkan setiap kutipan seperti daftar pustaka — `[1] "Perusahaan menggunakan SAP S/4HANA..." (hal. 12)`, `[2] "Oracle E-Business Suite untuk penggajian..." (hal. 21)`. Ini memungkinkan peneliti melacak setiap klaim ke sumber aslinya.
Item dengan skor tertinggi (skor 2, atau insiden yang tercatat) melewati **audit tahap kedua**. Seorang agent khusus memeriksa ulang: apakah bukti yang diberikan benar-benar memenuhi anchor? Kalau buktinya lemah atau hanya rencana, skor **diturunkan**. Mekanisme ini mencegah overclaiming dan meningkatkan reliabilitas.
Ketika annual report tidak menyebutkan suatu indikator, sistem **tidak mengarang**. Tidak memberikan skor 0 palsu. Nilainya dibiarkan **null** dengan justifikasi "tidak disebutkan". Ini penting secara statistik — peneliti bisa membedakan "tidak ada pengungkapan" dari "pengungkapan dengan skor 0".
Setiap prompt dibatasi maksimal 12-15 kode per panggilan AI untuk mencegah truncation. Hasil dari beberapa batch kemudian digabung dengan strategi merge: skor tertinggi diambil, evidence di-union, metadata diambil dari batch dengan skor lebih baik.
Hasil akhir tidak dikembalikan sebagai JSON dump, melainkan langsung terstruktur ke dalam 6 sheet yang mirroring **RESEARCH INDICATORS N8N.xlsx**: Technology, GOV COBIT, IT GOV, GENERAL GOV, IT RISK, dan Financial. Setiap sheet siap diekspor ke Excel dengan format yang sama persis dengan lembar kerja peneliti.
Alih-alih meminta AI menghitung rasio (yang rawan error), Financial Extractor hanya membaca 44 base items dari laporan keuangan. Seluruh 96 output — termasuk rasio profitabilitas, Altman Z-Score, dan Piotroski F-Score — dihitung melalui **JavaScript formula** yang deterministik di node Compute. Hasilnya: akurat, konsisten, dan bisa diaudit.
Secara otomatis memeriksa identitas akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Kalau selisihnya >1%, item-item terkait ditandai `needs_review` untuk investigasi lebih lanjut.
Webhook (POST /ar-score-v2)
→ Prepare Input (parse page markers)
→ Detect Chapters (11 jenis chapter via regex)
→ Route Chapters (assign agent ke chapter relevan)
→ [PARALLEL] 6 Agents:
Prep Agent → Agent Scorer → Parse & Validate
→ Collect Agents (merge node)
→ Reduce by Sheet (regrup ke 6 sheet)
→ Build Verify (kumpulkan item skor 2 / incident)
→ Verifier Agent (second-pass audit)
→ Apply Verify (downgrade + balance sheet check)
→ Respond (JSON output)
Setiap agent menggunakan **system message yang ketat** dengan format output JSON yang fixed. Tidak ada markdown, tidak ada penjelasan tambahan. Anchor 0/1/2 disertakan langsung dalam prompt per batch sebagai tabel. Ini memaksa model untuk fokus pada skoring berbasis bukti, bukan generasi teks bebas.
Beberapa lapisan QC yang tertanam dalam workflow:
Seluruh workflow bisa di-redeploy dalam satu perintah:
python build_v2.py
Workflow di-generate sebagai JSON, dikirim ke n8n API, dan langsung diaktivasi. Tidak ada kopi-paste konfigurasi manual.
PoC untuk Technology Scorer (15 indikator) telah tervalidasi pada **24 Juli 2026** dengan hasil:
- **Cloud (skor rencana)** → 0 (tepat, karena hanya rencana migrasi)
- **Backup singkat** → 1 (sesuai anchor, disclosure minim)
- **SAP S/4HANA** → 2 (sistem bernama dengan peran jelas)
- **IT Accounting** → 2 (sistem keuangan terintegrasi)
- **ADRO (uji nyata)** → semua null (ADRO nyaris tanpa disclosure IT — sistem abstain jujur tanpa mengarang)
Pola ini kemudian di-scale ke 5 agent tambahan, menghasilkan sistem dengan kemampuan:
Dengan sistem ini, Bu Anita bisa:
*Dibangun oleh Zemetia Studio — Juli 2026*
Explore the project
Live deploymenthttps://s3-buanita.zemetia.my.idLaunchWas this helpful?
Let us know what you think about this project.